Art Blog Indonesia - Hello Bowgella !
LEE MAN FONG
SEJARAH LEE MAN FONG
![]() |
| Credit : Artfront.com |
Pada tahun 1930, sang Ayah meninggal dan membuatnya menjadi tulang punggung keluarga. Tahun 1932, dia memutuskan untuk pindah ke Indonesia yang membuatnya dikenal menjadi pelukis Indonesia.
PRESTASI LEE MAN FONG
![]() |
| Credit : Christies.com |
Tak hanya itu dia juga mengadakan pameran di beberapa negara, salah satunya Perancis.
Pada tahun 1964, Presiden Soekarno meminta Man Fong untuk membuat buku yang berisi tentang lukisan koleksi Presiden. Buku tersebut diberi judul " Lukisan-lukisan dan patung dari koleksi Presiden Soekarno dari Republik Indonesia ".
CIRI KHAS KARYA LEE MAN FONG
![]() |
| Credit : Christies.com |
Salah satu hal yang membuat saya sebagai orang awam suka dengan lukisannya adalah warna-warna pilihannya yang terkesan redup dan adem. Pemakaian warna natural seperti coklat, perpaduan crimson hingga cerulean menjadikan lukisannya terlihat deep dan nyaman dipandang mata.
Selain itu gayanya melukis juga sangat berkarakter. Bahkan untuk orang yang tak begitu memahami seluk beluk seni lukis secara formal seperti saya pun bisa mengenali karyanya hanya dengan melihat gaya lukisnya.
Kalo saya liat hasil karyanya (tanpa mengetahui namanya), karyanya memang memiliki ciri khas gaya pelukis dari Tiongkok. Apa ya.. ? Saya merasa lebih "light" dibandingkan gaya Eropa. Terutama terasa banget pada bagian backgroundnya. (Agak susah menterjemahkan maksud light ini 🤭🤭🤭, feelnya beda deh pokoknya..).
Obyek yang paling saya suka dari karya Lee Man Fong adalah ikan emas (Goldfish) dan juga ayam jago. Warna-warna yang dia pilih memberikan ciri khas tersendiri yang membuat kita bisa mengenali , " oh ini loh karya Lee Man Fong ".
KARYA LEE MAN FONG
![]() |
| Credit : arts.com |
Pada tahun 2012 di Sotheby's Hongkong Modern and Contemporary Spring Sale 2010, karya Man Fong yang berjudul Bali Life terlelang senilai HK$ 25.300.000. Harga yang fantastis pada jamannya, bahkan di jaman sekarang pun. Luar biasa !
Kumpulan karyanya pun diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul Lee Man Fong's Oil Painting : Volume 1 dan Volume II yang ditulis oleh kurator seni Agus Dermawan T. Sementara untuk seleksi karyanya dilakukan oleh Siont Tedja. Bukunya sendiri dipublikasikan oleh Art Retreat dengan menyertakan kurang lebih 471 lukisan pilihan dari kolektor karyanya di seluruh dunia.
Luar biasa, bukan.. ? Itulah artist of the month kita di bulan Agustus ini. Semoga segmen ini bisa memberikan banyak informasi seputar sosok inspiratif bagi kita semua.






0 Komentar
Dalam beberapa kasus kolom komentarnya tidak mau terbuka, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.