ARTBLOG | FILOSOFI JAMUR

filosofi jamur



[ewafebriart.com] FILOSOFI JAMUR. Jamur bagi saya bukan cuma penganan saja. Tapi lebih dari itu. Saya mengambil salah satu kelebihan yang dimilikinya sebagai filosofi hidup. Dalam hal ini, saya ingin menyebutnya sebagai Filosofi Jamur.

FILOSOFI JAMUR 



Memiliki rumah jamur adalah dambaan saya sejak dulu. Meski saya tahu akan sulit untuk direalisasikan di dunia nyata. Tapi bukan tidak mungkin, suatu hari bisa diwujudkan, yekan ? Hihihi..

Baiklah, saya akan membangun mimpi itu diawali dengan berimajinasi lebih dulu. Hihi.. Siapa tahu suatu hari bisa dibantu oleh ibu peri 😜. Ngomongin jamur, saya jadi mulai mencari tentang filosofinya. Kira-kira, Filosofi jamur itu seperti apa ya ? 

BERTAHAN HIDUP


quote about mushroom


Semenjak saya mulai menyukai jamur dalam bentuk illustrasi maupun harfiah, pelan-pelan saya mulai mengamatinya. Tentang jenisnya, bahkan tempat hidupnya. Ada yang menarik tentang jamur menurut pengamatan saya. Terutama tentang tempat mereka tumbuh. 

Tak perduli lahan bagus, jelek, reyot, rusak atau tak layak huni sekalipun, jamur tetap mampu tumbuh subur. Kenyataan ini membuat saya ingin belajar. Terutama soal mengadaptasi tempat hidupnya.

Gak ada salahnya kan kita belajar dari alam tentang filosofi hidup ? Terlepas dari campur tangan Sang Pencipta, jamur bagi saya menjadi salah satu obyek yang bisa dijadikan panutan dalam berjuang di belantara dunia ini. Kyaaa...

STRUKTUR



foto jamur dan bowgel


WARNING : INI BAGIAN TER-CRINGE DARI POSTINGAN INI !

Hal yang membuat saya tertarik mengamati jamur, salah satunya adalah struktur/anatomi tubuhnya. Garis-garis di tudung kelopaknya seolah mengingatkan saya tentang luka dan goresan dari peristiwa hidup (apa sih ?).

Selalu membekas dan dalam.

Goresan itu terselamatkan oleh permukaan atas jamur yang mulus dan cantik. Seolah tak ada ruas-ruas dibaliknya.

Tanpa membalikkan badannya, orang tak akan melihat goresan tajam di bagian bawahnya.

Meskipun terlihat kokoh dari luar, jamur sebenarnya sangatlah rapuh.

Kalo kita perhatikan bagian batangnya, sekilas warnanya sekokoh batang pohon. Tapi coba pegang dan remas, batang itu sangat ringkih dan mudah rusak.

Hampir sama seperti manusia, seberapa pun banyak luka dan goresan yang didapatkannya, dia berusaha menutupi dengan penampakan luarnya.

Eh, setidaknya itu berlaku buat saya dink, hahaha.. Gak tahu kalo yang lainnya ?

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN



Jamur memiliki kelebihan dan kekurangan, itu sudah jelas ! dan itupun pasti tergantung jenisnya pula, yekan ?

Ada jamur yang layak dikonsumsi, ada jamur yang menyebabkan halusinasi dan bahkan ada juga jamur yang memiliki racun.

Manfaat mengonsumsi jamur 


  • Untuk kekebalan tubuh. Jamur mengandung antioksidan yang bisa menjaga kekebalan tubuh. Bahkan terdapat sebuah penelitian bahwa ekstrak Jamur shitake digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, akibat infeksi dari bakteri maupun virus. 
  • Jamur mengandung protein, serat, vitamin dan mineral. Tak heran jika tubuhan ini baik dikonsumsi bahkan untuk yang sedang diet. 
  • Menghambat pertumbuhan sel kanker. Jamur memiliki antioksidan tinggi yang bisa menangkal radikal bebas. Meskipun jamur tak bisa membunuh sel kanker, tapi jamur bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Beta-glukan pada jamur sering digunakan untuk perawatan terapi radiasi maupun kemoterapi.
  • Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Menurut hellosehat.com, kandungan eritadenin dan chitosan pada jamur bisa membantu menurunkan kolesterol. 



Sama halnya seperti manusia juga kan ? Ada yang menguntungkan, ada yang merugikan, ada juga yang memabukkan bikin Bucin. Hahaha..

Ini kenapa saya malah membandingkan manusia dengan jamur ? Hahaha..

Maafkan.. !

BERKARYA DENGAN JAMUR



bullet journal illustrasi ideas
Illustrasi Jamur Untuk Bullet Journal


Saya termasuk penikmat makanan dari jamur (kecuali Magical Mushroom ya ? hahaha.. Gak sanggup sama konsekuensinya Gaez). Apapun olahan yang terbuat dari jamur, pasti saya lahap.

Dari mulai jamur tiram, enokki, jamur kuping, jamur kancing, atapun shitake (yang ini gak berani banyak-banyak, gak sanggup sama baunya !). Yang belum pernah dan mustahi saya coba, mungkin Truffle. Kantong saya gak sehebat itu untuk membelinya. Hahaha..

Sebagai pengagum jamur, akhirnya saya terinspirasi untuk menjadikannya sebuah karya. Salah satunya menasbihkannya menjadi bentuk rumah si Bowgel (haiyaaa ! hahaha.. ). Tanpa saya sadari, seringkali saya membuat bentuk rumah ala si Bowgel ini. Selain unik, rasanya seperti rumah para peri aja sih. Hihihi..

Baru-baru inipun saya juga membuat lukisan (mixed media) dengan menjadikan jamur sebagai obyek utamanya. Karya ini nantinya akan dipamerkan di Thee Huis Bandung untuk pameran 30 x 30 di bulan Maret 2020. Detail tentang karyanya pingin banget saya posting, tapi nanti aja ah. Nunggu dipamerin dulu, biar seru. Hahaha...

Tapi jangan kuatir, untuk mengobati rasa penasaran, saya akan memposting beberapa hasil karya terdahulu tentang jamur. Owh iya hampir semua illustrasi yang saya buat, menggunakan watercolor.






Saya lupa idenya dapat darimana ? Tapi yang jelas saya pingin banget punya rumah berbentuk jamur kayak gitu. Hahaha..

Seingat saya, karya ini dulu menggunakan cat air dan juga pensil warna untuk detailnya. Sayangnya saya lupa, gambar ini saya simpan di mana ? Jangan-jangan udah terbuang ! hiks !




Karya di atas juga illustrasi watercolor. Niatnya waktu itu saya ingin membuat illustrasi dengan  lebih detail.

Jujur, kelemahan saya dalam membuat suatu illustrasi adalah kurang detail terhadap obyek-obyek pendukung. Saya suka gak sabaran orangnya. Walapun hasil gambarnya kayak anak TK gak apa-apalah ya ? hahaha..




Kebiasaan saya adalah membuktikan sesuatu yang dianggap orang tidak mungkin. Dulu banyak yang bilang bahwa kertas Moleskine, tidak bisa digunakan untuk Cat Air karena terlalu tipis.

Karena keras kepala, saya pun dengan sengaja membeli bukunya dan membuat illustrasi menggunakan cat air di atasnya. Hasilnya ? aman kok ! gak keriting ! tapi memang ada triknya, hahaha.. 



ArtZine Watercolor 



Ceritanya waktu itu saya membuat ArtZine dengan menggunakan watercolor paper. Walhasil, gambarnya seperti illustrasi di atas. Kertas yang saya gunakan untuk membuat Zinenya adalah Kertas Arto, 300 gsm. Untuk pemula seperti saya, kertas ini cukup ekonomis kok, Hahaha..


mushroom painting on fabric
ACRYLIC ON FABRIC



Siapa bilang Acrylic gak bisa dilukis di atas kain ? Buktinya gambar di atas bisa kok ! apalagi obyeknya jamur. hehe..

Ceritanya waktu itu saya nekat bikin traveler's notebook ala-ala Midori. Dan berakhir dengan custom pocket pake kain jahitan tangan. DIY terniat yang pernah saya kerjakan. hahaha.. Cuma Modal Kain, Cat Acrylic, Benang dan Jarum doank. Dan tentu saja, ide ! 

Yang membedakan karya terdahulu saya dan yang terbaru (untuk pameran) terletak pada teknik dan medium yang digunakan.

Pada karya terbaru, saya mencoba keluar dari zona nyaman. Termasuk dalam penggunaan warnanya. Saya menggunakan teknik mixed media (acrylic dan clay) untuk membuat obyeknya terlihat lebih hidup. Hihihi..

KESIMPULAN


quote tentang jamur


Jamur bagi saya tak lagi tentang bahan makanan saja. Saat ini jamur sudah menjadi obyek menarik untuk diamati, dipotret dan diabadikan dalam karya lukis. Mungkin ke depannya karya saya juga akan dimeriahkan dengan jenis-jenis jamur lainnya. Hahaha.. Entahlah..

Owh iya, salah satu persamaan saya dan jamur adalah, sama-sama Pluviophile keknya. Hahaha..

Yang pasti jamur menjelma jadi sumber ide untuk berkarya. Buat kalian yang penasaran tentang hasil lukis jamur mixed media saya, datang nanti di pameran 30 x 30 bulan Maret nanti ya.. ? Gak cuma karya saya doank loh yang akan hadir. Ada juga 70 karya seniman lainnya yang akan dipajang.

Yuk ! Jangan lupa datang ! Hahaha..



SELAMAT BERKARYA !

0 comments

Dalam beberapa kasus kolom komentarnya tidak mau terbuka, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.