LUKISAN BERJAMUR ? INI CARA MENGATASINYA

lukisan berjamur ? ini cara mengatasinya



Blog Seni Indonesia - ewafebriart.com | LUKISAN BERJAMUR ? INI CARA MENGATASINYA. Pernah mengalami lukisannya berjamur ? Tentu hal ini bikin gemez banget ya.. ? Tapi ada cara bagaimana mencegah dan mengatasi hal ini. Ini dia penjelasannya !

LUKISAN BERJAMUR ? INI CARA MENGATASINYA


Menyimpan karya lukis memang harus extra perawatan. Apalagi lukisan yang mahal. Sebelum mengatasi lukisan berjamur, ada baiknya mencegahnya terlebih dahulu. 

MENCEGAH LAPISAN BERJAMUR




Setiap media lukis, tentu berasal dari campuran yang berbeda-beda. Bahkan ada beberapa warna pigmen yang cenderung lebih sering menimbulkan jamur dibandingkan warna lainnya. 

Dan berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang lukisan kamu : 


  • Warna natural seperti Raw Umber, Burnt Umber maupun Vandyke Brown pada cat minyak lebih sering muncul jamur dibandingkan warna lainnya. Setidaknya hal ini saya simpulkan setelah beberapa pelukis mengeluhkan hal yang sama. 
  • Jangan mengaplikasikan Varnish permanent pada lukisan, kecuali benar-benar sudah kering. Terutama lukisan cat minyak. Karena penggunaan varnish pada saat keringnya belum sempurna bisa menimbulkan jamur pada kanvas (entah di belakangnya maupun di atas warnanya). Tunggulah minimal 3 - 6 bulan (tergantung ketebalan cat yang digunakan).
  • Simpan lukisan pada dinding atau area yang kering dan sejuk, bukan lembap. Hindari terpapar sinar matahari langsung.
  • Pada lukisan cat air, selalu gunakan kertas yang sudah berlabel acid free. Ini berfungsi untuk menghindari perubahan kertas karena reaksi keasaman kertas dan udara. 

Poin di atas adalah beberapa tips mencegah dan menyimpan lukisan. 

Tetapi bagaimana jika sudah timbul jamur pada lukisan ? Apakah bisa dibersihkan ? 

MENGATASI LUKISAN BERJAMUR


Penting untuk diketahui bahwa pengaplikasian caairan yang akan saya bahas berikut ini perlu dilakukan oleh ahli restorasi. Kecuali jika berani mengambil resiko. Hehehe...

Ada sebuah cairan yang bisa digunakan untuk membersihkan lukisan dan membasmi jamur. Namanya Picture Cleaner produksi dari Winsor & Newton

Penggunaanya tergolong mudah, tapi untuk lukisan mahal dan berharga saya sarankan menggunakan jasa ahli restorasi. Karena salah perhitungan waktu dalam menggunakan cairan ini bisa berakibat warna pigmen ikut terangkat. 

Tapi jika ingin melakukannya sendiri ada beberapa yang harus digunakan : 


  • Sediakan bahan material seperti Picture Cleaner, White Spirit / Turpentine sebagai Solvent, dan Retouching Varnish untuk tahap akhir. 
  • Gunakan kain halus untuk mengaplikasikan picture cleaner. 
  • Bersihkan lukisan lebih dulu dari debu.
  • Aplikasikan picture cleaner (apabila dibutuhkan, tambahkan solvent untuk mengurangi kadar cairan supaya tidak terlalu kuat) pada area yang dibutuhkan dengan cara menggosok dengan lembut (seperti membersikan wajah). 
  • Apabila sudah bersih, aplikasikan retouching varnish untuk hasil akhir, sebelum diaplikasikan varnish permanen. 
  • Penting untuk mengaplikasikan retouching karena bisa menghambat proses picture cleaner secara terus menerus. Sehingga warna cat tidak berubah.

Beberapa seniman juga ada yang menggunakan campuran air dan alcohol. Seberapa banyak yang digunakan, saya kurang begitu memahaminya. Takutnya malah salah eksekusi dan jadi rusak ya ? hehehe..

KESIMPULAN 


Mengatasi lukisan berjamur memang tak sesederhana membersihkan dari debu. Apalagi kalo lukisannya sudah tua dan materialnya butuh perawatan ekstra. 

So, untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi, mintalah ahli restorasi untuk melakukannya. Mereka lebih paham bagaimana step by step membersihkannya. 

Tulisannya ini saya buat untuk memperkenalkan tentang material yang digunakan sebagai pembersih jamur lukisan. Kerusakan yang terjadi pada lukisan adalah tanggung jawab masing-masing ya ? hehehe.. Sekali lagi, jika tidak yakin dan ragu tentang langkah-langkah di atas, mintalah pentujuk ahli restorasi. 

SEMANGART !

0 Comments

Dalam beberapa kasus kolom komentarnya tidak mau terbuka, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.