5 REKOMENDASI VIRTUAL ART MUSEUM


5 rekomendasi virtual art museum



Art Blog Indonesia - ewafebriart.com | 5 REKOMENDASI VIRTUAL ART MUSEUM.  Penerapan sistem social distancing (alias jaga jarak/menghindar dari kerumunan orang) tidak menyurutkan beberapa lembaga seni semacam museum maupun gallery untuk memanfaatkan dunia teknologi. Salah satu dengan mengajak pengunjung menjelajah secara online/virtual. 

5 REKOMENDASI VIRTUAL ART MUSEUM



Di jaman yang serba teknologi ini, rasanya apa saja jadi mungkin dan dipermudah.

Termasuk dalam dunia seni. Meskipun seringkali seni direlasikan dengan sejarah atau kehidupan masa lalu, tapi tidak menutup kemungkinan seni juga beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

MENIKMATI SENI DENGAN CARA KEKINIAN


Mungkin ini salah satu cara juga untuk bagaimana mengenalkan karya-karya seniman terdahulu pada kaum Milenial. 

Tak bisa dipungkiri, platform social media seperti Instagram kini menjadi salah satu gallery pribadi yang mudah dimanfaatkan dan gratis. Bukan hanya itu, bahkan banyak yang mendadak menjadi selebriti gara-gara hal ini. 

Pun termasuk dalam dunia seni. Beberapa orang yang memiliki talenta dalam hal seni memanfaatkan dinding sosial media sebagai tempat memamerkan karya.

PERAN SOSIAL MEDIA


Mereka yang memanfaatkan platform social media, tidak mau pusing dengan regulasi yang memungkinkan karyanya dimuat dalam Galery seni. Sosmed saat ini membuat segalanya leboh cepat, efisien dan viral yang berujung mudah dikenal orang.

Jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, memperkenalkan sebuah karya pada khalayak tentu terbilang ribet, butuh waktu dan mahal.

RIBET 


Lho kok ribet ? Ya pastinya ! pada saat kita ingin menampilkan sebuah karya dalam bentuk pameran di galery yang memiliki fisik bangunan, mereka harus melewati proses tahapan.

Misalnya saja submit karya terlebih dahulu beberapa waktu sebelumnya. Memenuhi kriteria yang ditentukan, atau menunggu hasil seleksi,dll.

BUTUH WAKTU LAMA


Sudah jelas pasti butuh waktu. Apalagi jika lokasi Galery yang ingin ditargetkan jauh dari domisili. Kita harus memikirnya bagaimana mengirimkan karya dalam keadaan yang tetap baik dan waktu yang tepat. 

MAHAL 


Ini sih berhubungan dengan akomodasi yang dibutuhkan. Terkadang jika target galery yang kita tuju sangat jauh, selain waktu kita juga harus mempersiapkan tentang nominal uang yang dikeluarkan.

Misalnya saja pembayaran administrasi, jasa pengiriman barang, belum lagi ketika kita ingin berada di tempatnya juga, artinya ada pengeluaran ongkos tambahan. 

3 permasalahan ini mungkin bisa diselesaikan dengan pengoptimalan sosial media. Jadi kita udah gak perlu ribet, murah dan tentu gak memakan waktu lama. Tinggal jepret karya, pajang di timeline.

ZAMAN DULU VS ZAMAN SEKARANG




Ya kan kalo jaman dulu, supaya karya seniman mudah dikenal salah satunya sering mengadakan pameran di galeri seni.

" Lantas bagaimana mengenalkan karya seni yang notabene merupakan hasil manual dan olah tangan dari para seniman terdahulu kepada kaum milenial ? (Apalagi yang hobi rebahan kayak saya ? 🤗🤗🤗) "

Kalo jaman sekarang, tinggal share sosial media, konsisten posting, memiliki ciri khas, shareable, orang mudah memfollow dan bisa menikmati karya-karyanya, bahkan bonusnya bisa viral dan menjadi selebriti dadakan. 

Cara ini sih sebenarnya memang memudahkan kaum rebahan seperti saya bisa menikmati seni hanya dengan mengandalkan kuota dan sosial media saja. Tanpa harus menghabiskan tenaga dan energi untuk mendatangi tempatnya.

Mau tidak mau, beberapa lembaga seni juga melakukan hal yang sama dengan teknik yang berbeda-beda tentunya. Pemanfaatan website, sosial media bahkan platform berbentuk video seperti youtube tidak bisa dielakkan lagi.

DAMPAK DIGITAL


Yang menarik adalah ketika perubahan ini kemudian menimbulkan beberapa keresahan baru.

Seperti misalnya pergeseran nilai karya yang terjadi akibat dunia teknologi. Kaum-kaum milenial yang perlahan mulai meninggalkan budayanya dan melebur di kehidupan yang serba digital. Kebiasaan lama yang tergerus oleh perkembangan digital yang semakin pesat, dll.

" Mampukah seni memjembatani perubahan seperti ini ? "

Pssst.. sepertinya, ini akan menjadi tema menarik untuk 30 x 30 art project nanti.. hahaha.. 

TEMPAT YANG BISA DIKUNJUNGI SECARA ONLINE


Penerapan Self Quarantine tak menghalangi kita untuk menikmati karya seni dari lintas negara. Meskipun kita tak bisa mengunjungi langsung ke tempat tersebut, setidaknya kita bisa menikmatinya secara virtual lebih dulu. Hihihi..

1. VAN GOGH MUSEUM


Mengingat penyebaran Virus Corona yang marak di berbagai negara dan pemberlakuan kebijakan Self Distancing, Museum Van Gogh ditutup hingga 6 April mendatang. Tapi bukan berarti kalian tidak bisa menikmati karyanya.

Dalam situs resminya, pihak Museum memberikan alternatif kepada pengunjung untuk menikmati karyanya melalui perjalanan virtual. Linknya ? tinggal klik hyperlink judul yang berwarna pink ya ?

2. METROPOLITAN MUSEUM NEW YORK


Sama halnya dengan Van Gogh Museum, Metropolitan Museum New York juga menyediakan fasilitas yang sama. Yaitu exhibition secara online. Karyanya kece-kece nie. Hehehe.. Yuk berkunjung.


Baca Juga : 


3. NATIONAL MUSEUM OF MODERN AND CONTEMPORARY ART - KOREA


Museum Modern And Contemorary Art Korea Selatan juga menyediakan fasilitas online tour untuk exhibition mereka. Sayangnya ada beberapa fasilitas yang hanya bisa dikunjungi melalui laptop/desktop karena pemberlakuan teknis seperti harus adanya layanan Adobe Flash.

4. GUGGENHEIM MUSEUM NEW YORK


Sesuai dengan Closure dalam website resminya, Museum ini juga sementara waktu ditutup guna menghindari penyebaran Virus Corona yang semakin masih. Namun bukan berarti kita tak bisa menikmati beberapa karya seni di dalamnya.

5. THE J. PAUL GETTY MUSEUM


The J. Paul Getty Museum yang terletak di California ini juga menutup aksesnya untuk sementara waktu. Namun kita masih bisa menikmati beberapa karya yang sedang dipamerkan di sana, atau membaca beberapa artikel tentang karya yang pernah dan sedang dipamerkan di Museum ini.

Itulah 5 rekomendasi virtual art museum yang bisa kita nikmati sambil selonjorang di rumah. Hahaha.. Jika ada yang ingin menambahkan listnya, boleh banget share di kolom komentar ya ?.


Disclaimer :

  •  " List Museum di atas saya dapat dari Whatsapp Grup yang dibagikan oleh Mas Mayek,  tulisan dari KYO , yang bersumber dari Hacene Fersous (Tim Komunitas Ekspatriat Istanbul). "

  • " Apabila ada link yang tak bisa terakses, kemungkinan besar pihak museum sudah menutup aksesnya. Saya tidak bertanggungjawab atas kegagalan membuka linknya, hehehe..

Rasanya pingin juga nie Blog ini punya fitur kayak gitu pas lagi ada artevent, tapi gimana caranya ? Nanti dipikirkan, hahaha..

KESIMPULAN 


Seni memang tidak pernah kaku. Selalu ada jembatan di mana ia bisa berbaur terhadap perubahan jaman.

Meskipun begitu, kebiasaan dan budaya lama juga tak ditinggalkan. Bagaimanapun kita akan mendapatkan pengalaman berbeda saat mengunjungi museum maupun gallery tersebut secara langsung.

Ada tingkatan emosional yang tertinggal di sana.

Sebuah karya seni akan memberikan efek yang berbeda jika kita menikmatinya secara langsung atau tidak.

Walaupun image yang dihasilkan sama, akan tetapi detail, rasa dan emosi yang dihasilkan akan berbeda. Jadi, jika sosial distancing ini sudah kelar, tetap jangan lupa untuk mengunjungi galery atau museum secara langsung. Saya jamin akan ada pengalaman yang berbeda.

Buat kalian yang ingin menikmati karya-karya seniman 30 x 30, bisa langsung download katalog digital ini.

Nanti jika pemberlakuan kebijakan penutupan Thee Huis Gallery berakhir, jangan lupa untuk mengunjunginya kembali. Hahaha..


0 comments

Dalam beberapa kasus kolom komentarnya tidak mau terbuka, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.