MEMAKNAI 30 X 30 , PAMERAN LUKISAN UNTUK BUMI
ART MOVEMENT
"Bisakah seni menjadi sarana untuk mengurangi dampak kerusakan bumi ? " ,
Pertanyaan itu mendadak mengusik saya. Apakah sebuah seni mampu menjadi jawabannya ?
Bayangkan, ada 87 visual artist yang akan mengikuti pameran ini. Jumlahnya semakin bertambah di bandingkan yang digelar di Marto Art lalu.
Meskipun seni tidak memberikan jawaban pasti terhadap apa yang terjadi nanti, setidaknya seni mampu menjembatani antara keresahan dan pertanyaan yang timbul dengan solusi-solusi yang ingin kita cari nantinya.
![]() |
| (Klik gambar untuk hasil maksimal) |
Berarti akan ada 87 ide yang dipamerkan. Ide-ide yang berasal dari keresahan dan pertanyaan dari para perupa seputar tema yang diberikan.
Ide-ide ini pula yang menjadi sarana komunikasi antara perupa dan penikmat seni.
Inilah kenapa saya menyebutnya Art Movement. Artinya banyak seniman yang tergerak hatinya, tak hanya untuk ajang pamer karya, tapi juga kampanye tentang pentingnya menjaga keberlangsungan hidup.
" Kalo bukan kita semua, siapa lagi ? ", ewafebri
Keresahan, pertanyaan, keprihatinan mereka yang merupakan cikal bakal ide akan dituangkan dalam karya berupa 2 dimensi maupun 3 dimensi (instalasi).
Dari karya-karya yang akan dipamerkan, sebagian besar merupakan karya baru (bukan karya yang pernah dipamerkan di Marto Art Centre). Ini artinya akan ada ide baru dari para perupa yang akan dipertunjukkan nantinya.
BACA JUGA : FILOSOFI JAMUR
AWARENESS
Sejujurnya, gara-gara pameran ini saya jadi sering browsing tentang arti 30 x 30 di internet. Hahaha..
Dan ternyata angka ini adalah simbol yang sering digunakan oleh lembaga-lembaga yang tergerak dalam hal pelestarian lingkungan.
Misalnya saja gerakan 30 x 30 Project Zero , 30 x 30 Ocean United , 30 x 30 Green Peace, atau 30 x 30 Ocean Alliance Submit.
Lembaga-lembaga yang sedang berjuang untuk menyuarakan dan menyadarkan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan untuk generasi selanjutnya.
Dari beberapa artikel yang saya baca, hal yang menjadi penghalang terbesar dalam gerakan ini adalah adanya isu-isu politik, kekuasaan, dan tentu saja keserakahan manusia. Hmmmm...
ENCOURAGEMENT
Hal lain yang saya soroti dari pameran ini adalah ajang bagi seniman pemula untuk berani memperkenalkan karyanya. Hihihi.. Seperti saya ini. 🤭🤭 (Emang saya seniman ?).
"Harus punya pengalaman dulu gitu, trus baru bisa ikutan. Emm.. "
BIG NO !
Pameran ini ditujukan kepada mereka yang ingin berdedikasi dan berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan hidup di bumi maupun dalam dunia seni itu sendiri.
(Bahkan saya yang pertama kali mencoba ikutan pun, diterima. Yang terpenting adalah "kontribusi apa yang ingin kita berikan ke dalam event ini".)
Bagi saya ini adalah kesempatan emas untuk "Compete With My Self" dan mengekspresikan diri lewat media seni. Mungkin karya saya belum sebagus dan sekece seniman lain, tapi paling tidak itu merupakan karya terbaik yang bisa dipersembahkan.
So, buat kalian yang ingin berkontribusi meski tanpa melalui karya seni, jangan berkecil hati. Kalian bisa mendukung pameran kami. Hihihi..
Kunjungi pameran 30 x 30 nanti di Thee Huis Gallery. Kalian bisa menikmati banyak karya seni dari perupa tak hanya Indonesia tapi juga lintas negara.
Kita bisa berkomunikasi dengan cara yang tak biasa, yaitu mengenali pikiran kami lewat karya seni. 🤭 (Tsaelah bahasanya.. )
Jadi jangan ragu-ragu untuk datang pada tanggal 7 ( Pembukaan tanggal 7 Maret 2020, 19.30 WIB ) sampai dengan 17 Maret 2020. Berlokasi di Thee Huis Galery, Jalan Bukit Dago Selatan No. 53A, Dago, Bandung, Jawa Barat.
Map di bawah ini !
Ajaklah kerabat, kolega, teman ataupun keluargamu untuk wisata edukasi sekaligus menikmati karya 87 perupa yang peduli tentang keberlangsungan hidup bumi kita tercinta ini. Yuk rame-rame jaga bumi !





0 Komentar
Dalam beberapa kasus kolom komentarnya tidak mau terbuka, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.